Do Something Pointless

Cause Billy Joel said “…it’s okay to loose a day or two”

Chris Shelby

Do something pointless for 20 minutes this week.

Do something devoid of meaning, devoid of effectiveness, something having little or no sense or purpose.

That may be tough for you to pull off. Our American culture has always been purposeful and effective. We pushed West to get more and more land. Manifest Destiny filled our scruffy settlers with meaning and they pushed. Full of purpose and meaning, we pushed for bigger and better and faster and more. We made cars. Then more cars and bigger cars. Rockets were even faster than cars. We shot upward full of purpose into space. We planted a flag on the land of the moon, that beckoning frontier. We have always been an active culture, pushing effectively for bigger-better-faster.

Our wages grew the whole time. Our success grew and grew, we were effective and purpose-filled. By the 1970s we led the world in many ways…

View original post 649 more words

Advertisements

The Art of People-Watching

Disconnecting life of oneself leads to a greater way of engaging the life itself. I have always loved people-watching,. It has been wonderful most of the times. Get inspired, they said. Or if you come forward to be beneficially oriented, go on people-watching. It reflects you somehow.

Cody Delistraty

There are really two types of walkers: those who are just looking to get from place to place, and those who are looking while going from place to place.

Although Walter Benjamin would turn flânerie into a scholastic pursuit in the 20th-century, it was Charles Baudelaire who first established the idea of the flâneur. flâneur, literally meaning a “stroller” or “saunterer” in French, is someone who falls into the second category. He is an urban explorer, a street connoisseur, a person who walks as a means to reflect on a city’s history, and, as a writer carries his pen, the flâneur carries a deep knowledge about industrialization, architecture and urbanity with him everywhere he goes.

View original post 929 more words

Microsoft Excel

Kata Kak Devin minggu lalu, saya disuruh cerita tentang hal baru yang saya dapatkan dari kelas responsi Pengenalan Komputer. Minggu lalu, tanpa bermaksud berbangga diri, saya sudah pernah dapat semua materinya saat di masa persekolahaan dulu

Mulai dari pengoperasian formula dasar seperti penjumlahan, rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, dan operasi perkalian. Mincorosft excel kan perangkat lunak pengolah angka, jadi memang dipakai untuk mengolah data-data yang sebagian besar berkonten angka-angka.

Selain operasi dasar hitung, saya kembali mengulang materi formulasi bersyarat dengan menggunakan “if”. Yang ini memang sudah rada-rada lupa. Tapi alhamdulillah kembali ingat karena pertemuan minggu lalu. Fungsi “if” ini sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kepanitiaan seperti mengolah data peserta seminar yang berbeda-beda kategori sehingga ada perbedaan harga tiketnya. Dengan menggunakan formula kondisional ini, semuanya jadi sangat mudah.

Setelah itu, saya juga kembali mengulang materi tentang hlookup. Kalau untuk materi ini, saya belum pernah benar-benar mengaplikasikannya. Mungkin suatu saat saya akan sering menggunakannya saat saya sudah punya restoran dan mulai mengolah data penjualan harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan restoran saya.

Wah, hampir UTS! Semoga sukses!

Afi Wiyono

Penkom 4: Super Sekali

Jadi, kenapa saya kasih judul “Super Sekali”?

Iya, karena pada pertemuan minggu lalu saya merasa mendapat banyak ilmu baru. Sebenarnya sederhana sih, saya bukan diajari cara membajak akun-akun instansi pemerintahan. Saya diajari cara mengetik di aplikasi pengolah kata, Iya, mungkin memang saya yang agak norak. Tapi, saya benar-benar baru tahu trik (sebenarnya juga bukan trik) untuk membuat tulisan macam proposal, skripsi, dan sebagainya yang membutuhkan kerangka tulisan.

Kerangka tulisan ini nantinya bisa terlihat secara garis besar lewat daftar isi. Iya, saya belajar cara buat daftar isi dengan menggunakan fitur headings. Sebenarnya saya udah sering lihat tulisan heading, tapi karena nggak inisiatif untuk mengutak-atik, ya alhasil baru tahu fungsinya minggu lalu.

Terima kasih ya, Penkom.

Jadi ada beberapa headings yang semakin besar angkanya, akan menjadi sub dari angka sebelumnya. Jadi, contohnya heading 1 untuk penulisan “Pendahuluan”, heading 2 untuk “Latar Belakang”. Secara otomatis, saat dibuat table of content alias daftar isi, heading-heading itu akan tersusun dengan sendirinya. Nanti otomatis ada halamannya juga. Superkeren.

Selain itu saya juga belajar tentang meil merge. Kalau yang ini udah pernah lah yaa di SMA dulu.

Oke, sekian!

Penkom 3: Sedikit tentang Android

Management file and directory pada ponsel android saya dapat ditemukan pada menu utama. Lalu, cari ikon berwarna kuning yang bertuliskan file manager. Di dalam file manager akan terdapat pilihan folder-folder yang berisi file-file yang sudah tersusun sesuai dengan penyimpanan yang kita lakukan.

Secara garis besar, akan ada dua tempat penyimpanan, yaitu internal storage dan external storage. File yang disimpan dalam internal storage akan disimpan di memori internal atau langsung di ponsel. Biasanya semua file yang diunduh akan disimpan di dalam memori internal secara default. External storage atau penyimpanan eksternal adalah media penyimpanan di luar dari memori internal. Android saya menggunakan penyimpanan eksternal berbasis miniSD card.

Kompresi files memungkinkan ukuran files menjadi kecil. Pada komputer, biasanya digunakan fasilitas berbasis .rar atau .zip. Pada android saya, tidak ditemukan fasilitas kompresi files. Bahkan tidak dapat pula membuka file dengan ekstensi .rar

Fasilitas utilitas pada ponsel android saya bermacam-macam. Beberapa contohnya adalah contacts, battery management, back-up account, dan automatic restore. Masih banyak lagi fasilitas utilitas yang memang sudah merupakan factory default maupun yang perlu diunduh terlebih dahulu melalui google play.

Sekian!

Talking About Race in the Classroom

Shed Some Light

photo

Yesterday, I wrote about my plan to discuss race and specifically Michael Brown and Ferguson in my classroom today.

We began with a “think, pair, share” activity. I asked the students why it’s uncomfortable to talk about race. Their answers:

  • “Political correctness makes us feel like we’re walking on eggshells.”
  • “Someone might take offense when no offense was intended.”
  • “It’s awkward to talk about race with or around different races.”
  • “There is still a lot of anger about slavery.”

I then asked them what color they see when they hear or read the word “race.” The students who called out answered “black.” I asked them if they think of white people as having a race. One white student shared that she doesn’t think of herself as being part of a race until she really thinks about it. White, for many of my students, represents the absence of race.

I shared…

View original post 1,625 more words